Minggu, 04 September 2016

sma trensains tebuireng
sma trensains tebuireng

sma trensains tebuireng
sma trensains tebuireng

sma trensains tebuireng
sma trensains tebuireng

sma trensains tebuireng
sma trensains tebuireng

The Flag Ceremony in Memorize Independen's Day Of Indonesia

Senin, 01 Agustus 2016

Daftar Penerima Beasiswa di SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017.jpg
Daftar Penerima Beasiswa di SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017.jpg

Daftar Penerima Beasiswa di SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017

Rabu, 01 Juni 2016

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017
Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017
Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017
Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017
Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017
Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksi Masuk Gelombang 2 SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng tahun 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017 
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Penerimaan Santri Baru Gelombang 2 MTs Tebuireng 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017
Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Rincian Biaya Daftar Ulang Biaya Pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tahun 2016 - 2017

Pengumuman Seleksai Masuk Santri Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Seleksai Masuk Santri Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Seleksai Masuk Santri Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017
Pengumuman Seleksai Masuk Santri Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Seleksai Masuk Santri Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng 2016 - 2017

Pengumuman Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng tahun 2016 - 2017
pengumuman gelombang 2 sma trensains
pengumuman gelombang 2 sma trensains

pengumuman gelombang 2 sma trensains
pengumuman gelombang 2 sma trensains
keterangan : 
terjadi kesalahan dalam pengetikan jenis kelamin pada ananda SRI ARDI ARDIANTO yang semula berjenis kelamin Perempuan, dirubah menjadi Laki-laki.


Pengumuman Gelombang 2 SMA Trensains Tebuireng tahun 2016 - 2017

Minggu, 01 Mei 2016

Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Generasi Masa Depan
Oleh : Dhonny Fatwa Ammarul Akbar


dhony juara 2 pidato tingkat jatim n bali

ا سلا م علىكم ورحمة ا لله وبر كا ته
اَلْحَمْدُ ِّللِّه ا لَّذِى فَضَّلَ بَنِى اَدَمَ بِا لْعِلْمِ وَا لْعَمَلِ عَلَى جَمِىْعِ ا لْعَا لَمِ وَا لصَّلَا ةُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَىِّدِ ا لْعَرَبِ وَا لْعَجَمِ وَعَلَى آ لِهِ وَاَ صْحَا بِهِ ىَنَا بِىْعِ ا لْعُلُوْمِ وَا لْحِكَمِ اَمَّ بَعْدُ

Hadratal muhtaramin para alim ulama wabil khusus Prof. Dr. Mudjia Rahardjo selaku rector UIN malang,Yang saya ta’ati Para asatid dan asatidah, Segenap Dewan Juri dan hadirin yang dimulyakan oleh Allah SWT
Pada kesempatan kali ini ijinkanlah saya membawakan pidato yang berjudul “Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pembentukanm Karakter Generasi Masa depan.”
Hadirin Rohimakumullah.
Coba kita renungkan 10,20 tahun lalu, dimana Negara kita masih banyak orang-orang yang gemar mengaji tak memandang santri maupun kiyai,pemuda atau pemudi dari laki – laki yang namanya Bounty sampai perempuan yang bernama Krisdayanti. Tapi coba kita lihat di era sekarang ini jangankan nyantri, pemuda mengaji aja gengsi, begitu juga dengan pemudi bukanya sholat dan mengaji dengan busana rapi tapi tiap malam keluar pakai yukensi.Dan lebih hebatnya lagi ketika si kecil bergegas ke TPQ dengan busana islami namun apa yang terjadi !!! dengan santainya si ibu mengantarkan anaknya tidak berpakaian islami tapi lebih ironisnya lagi malah memakai rok mini.Inilah potret di Negri kita sa’at ini. Rupanya penjajahan budaya non islam masuk begitu cepat pada bangsa ini.
            Oleh karena itu ,kita sebagai umat islam yang menginginkan keselamatan dalam hidup ini janganlah mengikuti budaya-budaya yang tak sejalan dengan syariat islam karena kebodohan dan kelemahan iman kita.
Hadirin rohimakumullah,
            Apalagi dizaman modern saat ini, ilmu pengetahuan, teknologi, semakin maju dan canggih. Budaya – budaya asing pun dengan mudah masuk di Negara kita. Maka dari itu, kita sebagai umat islam jangan sampai ketinggalan ilmu pengetahuan. Namun tak hanya itu, kita sebagai muslim harus berbekal dengan ilmu agama serta dihiasi akhlakul karimah. Sedang dalam bidang inilah pondok pesantren di Indonesia adalah sarana yang tepat untuk mengembangkan ilmu agama dan bisa mendidik generasi kita untuk mempunyai karakter yang bagus dan disertai akhlaqul karimah.
Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 122 :


Yang artinya : “Hendaklah berangkat sekelompok dari tiap – tiap golongan untuk mencari ilmu agama dan memberikan peringatan kepada kaumnya bila meraka kembali kepadanya supaya mereka takut.”
Dengan demikian pondok pesantren merupakan pendidikan yang mencetak kader agama dan generasi muda islam yang insyaallah benar – benar unggul di masyarakat.Pondok pesantren juga dapat membentuk karakter generasi masa depan kita, yang tadinya tidak bisa apa – apa bisa menjadi apa – apa, yang tadinya tidak bisa mengaji bisa menjadi mengaji, dan yang tadinya memiliki aklhaq yang madmumah insyaallah nanti akan memiliki akhlaq yang mahmudah. Kita sebagai generasi muda dituntut untuk mencari ilmu secara terus menerus. Seperti halnya yang pernah dikatakan oleh baginda rasulullah SAW.

 “tuntutlah ilmu dari ayunan ibu sampai keliang lahat.”
Hadis itu diperkuat oleh qoul imam Syafi’I dalam kitab tafsir sirojul munir jus 1 halaman 4650, beliau berkata :


“barang siapa yang ingin bahagia didunia maka dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin bahagia diakhirat maka dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin bahagia dunia akhirat maka dengan ilmu.”
Hadirin yang dirahmati Allah,
            Seandainya generasi muda kita mempunyai akhlaq mahmudah, insya allah Indonesia akan barokah, seandainya generasi kita adalah orang – orang yang pintar, insya allah Negara kita akan besar, dan seandainya generasi kita adalah orang – orang yang beriman, insya alah Negara kita akan aman.
            Dengan demikian nyatalah bahwa pondok pesantren adalah satu – satunya lembaga yang dapat mencetak generasi muda islam emas yang berakhlaq mulia yang mampu membuat rakyat jadi hebat, pejabat yang tidak bejat, dari ahli maksiat menjadi Ahli taubat, meluruskan orang – orang yang sesat, insya allah bisa memimpin umat dan bahagia dunia akhirat. Semoga kita ditakdirkan menjadi pemimpin yang shiddiq, amanah , tabliqh, fathanah dan Indonesia akan menjadi Negara yang Baldatun thoyyibbatun warabbul gofur.
Amin allahumma amin…..
Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf..




Beli Duren di Banyuwangi
Siapa dulu nih orangnya keren namanya Dhonny
            Kalau Ada jarum yang patah
            Jangan dimasukkan kedalam Peti
            Kalau ada kata – kata yang salah
            Jangan disimpan didalam hati
Karena kesalahan itu datangnya dari saya sendiri, dan kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT..
           




Pondok Pesantren Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Generasi Masa Depan

Senin, 11 April 2016

Do'a Sebelum Belajar Di Lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng

Berikut adalah Do'a harian sebelum memulai belajar di dalam lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Do'a ini memiliki makna yang tinggi dan Dahsyat. silahkan di baca, dan disebarkan kepada teman-teman yang membutuhkan...

Do'a Sebelum Belajar
Do'a Sebelum Belajar

Do'a Sebelum Belajar Di Lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng

JUknis BOsda 2016 Rar Download

Untuk anda yang membutuhkan file Juknis Bosda 2016 dalam bentuk RAR yang siap di cetak, silahkan klik pada gambar berikut ini :

 JUknis Bosda 2016
 JUknis Bosda 2016

JUknis BOsda 2016 Rar Download Siap Digunakan

Minggu, 10 April 2016

Do'a Agar Diberikan Kemudahan Dalam Bersalin Bagi Ibu Hamil

Doa Lancar Persalinan
Doa Lancar Persalinan

Do'a Agar Diberikan Kemudahan Dalam Bersalin Bagi Ibu Hamil

Sabtu, 09 April 2016

Urgensi Belajar Matematika Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an
 
Santriwati membaca Al-Qur'an
Santriwati membaca Al-Qur'an

Santriwan membaca Al-Qur'an
Santriwan membaca Al-Qur'an

Dari judul artikel yang saya buat ini, saya ingin menunjukkan kepada teman – teman atau semua pembaca yang budiman ini, bahwasanya antara kedua faktor yang saya paparkan diatas sangatlah berkaitan.

Kalau dilihat secara sekilas, maka akan terbesit unek-unek yang tidak lazim, kok bisa ilmu matematika bisa meningkatkan kemampuan membaca?? Dari mana korelasinya ??

Nah, inilah yang akan menjadi salah satu acuan dalam artikel yang satu ini.

Langsung saja ea, secara global, ilmu matematika adalah ilmu berhitung, dan membaca al-qur’an adalah kegiatan membaca kitab suci umat islam, dan akan mendapatkan pahala atas apa yang telah dibaca tersebut.

Dalam mini observasi yang saya lakukan adalah, saya membuat penelitian terhadap anak didik saya dalam kelompok membaca al-qur’an. Kebetulan saya menjadi pembimbing salah satu kelompok yang ada di SMA Trensains Tebuireng.  Dari beberapa anggota kelompok yang saya bina, terdapat banyak sekali yang sudah bisa membaca al-qur’an dengan lancar, bahkan dengan bacaan yang sudah bagus disertai dengan lagu yang khas. Dari semua anggota yang saya bina, terdapat 20 persen anak yang kurang lancar dalam membaca al-qur’an, dalam artian, mereka sudah bisa membaca al-‘qur’an, hanya saja tempo / waktu yang dibutuhkan dalam membaca lebih lama dari teman-teman mereka yang berjumlah 80 persen tersebut.

Dalam kasus ini, saya menunjukkan urgensi belajar matematika dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka saya beri informasi, bahwasanya dengan Matematika, mereka akan bisa meningkatkan kemampuan membaca al-qur’an, lagi – lagi muncul pertanyaan : “ KOK BISA ???””

Inilah tantangan yang harus saya jawab.

Benar saja, ilmu matematika adalah ilmu yang sangat universal, mempunyai banyak sisi yang bisa kita pelajari dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Disini saya lebih senang menggunakan istilah : “ SELISIH / PENGURANGAN”, dan “FREKUENSI”.

Dalam mini observasi yang saya lakukan, mereka saya minta untuk membaca beberapa ayat yang saya tentukan, dari sini, saya bisa mengetahui kecepatan mereka dalam membaca al-qur’an dari masing-masing anggota kelompok.
Langkah berikutnya, saya catat semua hasil mereka, saya buatkan tabel. Dan saya bisa mengetahui rata-rata kecapatan santri tadi dalam membaca, nilai tertinggi ataupun nilai terendah dari masing – masing anggota kelompok.
Dari sini, saya berikan FREKUENSI yang lebih untuk membaca kepada anggota kelompok yang mempunyai kecepatan rendah,  mereka saya minta melakukan pembacaan berulang-ulang sembari menunggu anggota yang lain membaca.

Anggota yang mempunyai kemampuan rendah, saya beri kesempatan untuk membaca terlebih dahulu, kemudian baru berganti kepada anggota lain yang mempunyai kecepatan tinggi, barulah diakhir giliran, saya berikan kesempatan kepada anggota yang mempunyai kecepatan rendah untuk membaca lagi, dan alhasil. Saya dapatkan nilai yang sungguh mencengangkan....
 Berikut hasil lengkapnya :

Tabel Hasil Kecepatan Membaca Al-Qur'an
Surat Al-Qashash Ayat : 19 s/d 21
Dibaca Dengan Tartil
No
Nama ( Samaran )
Kecepatan Baca (Menit )
Urutan
Selisih
Keterangan
1
Ahmad
00:02:19
1

20 Persen anggota kelompok yang memiliki kemampuan rendah, diberikan kesempatan 2 kali baca, diawal dan diakhir giliran.
2
Sulaiman
00:02:10
2

3
Fatih
00:00:56
3

4
Habib
00:00:48
4

5
Muhammad
00:00:50
5

6
Santoso
00:00:36
6

7
Abidzar
00:00:58
7

8
Fikri
00:00:55
8

9
Bagus
00:00:56
9

10
Firman
00:00:46
10

11
Sulaiman
00:01:40
11
00:00:30
12
Ahmad
00:01:53
12
00:00:26
Nilai Tercepat
00:00:36
Nilai Terendah
00:02:19
Nilai Rata-rata
00:01:14

Dari hasil diatas, bisa kita lihat, bahwasanya Frekuensi yang tinggi dalam membaca al-qur’an akan  meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Ini sungguh menakjubkan.


Silahkan dishare artikel ini, agar semua orang tahu, tentang Urgensi Belajar Matematika.

Urgensi Belajar Matematika Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an

Minggu, 03 April 2016

Verval Calon Peserta Sergur 2016 Per 2 April 2016 ...
- Sudah Dilengkapi Dengan BUKU 1 REVISI (Pedoman Penetapan Peserta Sergur 2016)
- Revisi Format-Format Terbaru (sesuai dengan Buku 1 Revisi)

Pedoman Sergur 2016

Buku Revisi 1 Pedoman Penetapan Peserta Sergur 2016

Kamis, 31 Maret 2016


Proses Penentuan Arah Kiblat di Pondok Pesantren Tebuireng 2 Bersama TIM Dari Kemenag Jombang

Senin, 28 Maret 2016

Santri vs Polisi...
Santri vs Polisi...


Santri vs Polisi...
Pada suatu hari seorang santri yang dapat tugas dari Abah Yai nya naik
sepeda motor, pas tengah jalan ada
oprasi razia lalu lintas.
POLISI: priiiit !! Maaf kepinggir mas ! SANTRI: iyaa pak.
POLISI: maaf, coba tunjukan STNK dan SIM.
SANTRI: maaf pak STNK sy ketinggalan
di pondok pak, dan sim sy gak punya,
kalo kartu santri ada pak? POLISI: ya sudah berarti anda sy tilang !
SANTRI: maaf pak, ini motor Abah Yai
pak, damai aja pak !
POLISI: yaa sudah ada uang berapa?
SANTRI: pak sy gak punya uang, gimana kalo rokok aja pak?
POLISI: yaa sudah sy minta rokok Dji Samsu.
SANTRI: siap pak, sy beli dulu pak ke warung sebrang jalan.
Akhir ny si santri pergi ke warung, motor ny di jagain polisi.
SANTRI: mas maaf, minta rokok Dji Samsu 3 bungkus mas.
WARUNG: ini mas.
SANTRI: terimakasih mas, uang nya sama pak polisi yng itu ya mas !
WARUNG: aahh kamu bohong yaa?
SANTRI: masa bohong mas!
Lalu si santri teriak sambil
memperlihatkan rokok ke polisi,
Paaaaak rokok ini yaa?
POLISI: iyaaaa !
WARUNG: ooh iya sudah, kebetulan
polisi itu sering ngopi disini.
Terus si santri menyerahkan rokok 3
bungkus ke polisi.
POLISI: yaa makasih ya.
SANTRI: sama2 pak, terus pergi naik motor sambil membathin, sekali kali
CICAK boleh dong makan BUAYA.
Adegan ini jngn di tiru, kalo nekat tanggung sendiri resiko nya ! he he he

Santri vs Polisi...

Minggu, 27 Maret 2016

Biaya Pendidikan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Untuk Tahun Ajaran 2016 - 2017



Biaya Pendidikan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Untuk Tahun Ajaran 2016 - 2017

Sabtu, 30 Januari 2016

Ajaran ahlus sunnah wal jamaah yang menjadi pegangan jemaah dan jam'iyyah Nahdlatul Ulama sudah hadir di Nusantara sejak sekitar 1.000 tahun lalu.
Ajaran itu dibawa penyebar Islam yang bersedia berdialog dengan budaya setempat dan memakai media tradisional dalam menyebarkan Islam.
Pesantren yang menjadi salah satu pusat penyebaran Islam adalah lembaga pendidikan tertua di Nusantara. Pesantren tertua yang kini masih aktif adalah Pesantren Sidogiri, berdiri pada 1718.


Pesantren Tebuireng didirikan pada 1899 oleh KH Hasyim Asy'ari, jadi daya tarik bagi para pemuda berpotensi dari berbagai daerah.
Sejumlah santri terpilih yang dibina khusus oleh Hasyim Asy'ari kemudian mendirikan pesantren di tempat mereka tinggal setelah meninggalkan Tebuireng.
Pesantren-pesantren itu kelak menjadi pesantren besar, seperti Lirboyo, Ploso Kediri, Tegalrejo Magelang, dan Denanyar Jombang.
Pesantren-pesantren yang didirikan oleh alumni Tebuireng itu membentuk jama'ah (komunitas) penganut paham Islam ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja), yang mengikuti mazhab empat (terutama mazhab Syafi'i).
Para kiai dari komunitas pesantren itu merasakan kebutuhan untuk mendirikan jam'iyyah (organisasi) untuk bisa meningkatkan pengabdian mereka.
Penggagas awal berdirinya jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) adalah KHA Wahab Hasbullah, santri Hasyim Asy'ari. Kiai Wahab menyampaikan usul itu karena paham bahwa organisasi NU hanya akan bisa tumbuh kalau dipimpin oleh Hasyim Asy'ari. 
Setelah mendapat perintah dua kali dari Syaikhona Kholil, guru yang dihormatinya, Hasyim Asy'ari menyatakan berdirinya organisasi NU pada 31 Januari 1926 (17 Rajab 1344).
Mandiri dan maju
Organisasi NU lalu dikembangkan melalui jaringan pesantren, terutama alumni Pesantren Tebuireng, yang tersebar di banyak tempat. Ternyata metode itu amat efektif.
Tahun 1935, NU punya 68 cabang dengan 67.000 anggota. Tahun 1938, berkembang jadi 99 cabang, termasuk di luar Jawa. 
Organisasi baru ini tumbuh secara mandiri. Sampai 1940, setiap tahun diselenggarakan 15 muktamar. Itu menunjukkan bahwa organisasi NU dikelola dengan baik, dilandasi roh jihad yang kuat.

Dalam Muktamar 1938 di Banten, NU menyatakan Hindia Belanda sebagai "dar-al Islam", artinya negeri yang dapat diterima umat Islam. Alasannya, penduduk Muslim dapat menjalankan syariat Islam yang dilakukan oleh para pegawai yang juga Muslim.

Ini pertama kalinya NU menerapkan tradisi Sunni dalam pengesahan kekuasaan yang dapat diterima bila berfaedah bagi kehidupan beragama.

Walaupun sudah menerima Hindia Belanda sebagai "dar al Islam", dalam persidangan BPUPKI, bersama ormas Islam lain NU memperjuangkan Islam menjadi dasar negara. Komprominya ialah Mukadimah UUD yang terkenal dengan sebutan "Piagam Jakarta".

Di dalamnya tercantum bahwa dasar negara ialah Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya.

Pada 18 Agustus 1945 beberapa tokoh Islam bertemu Bung Hatta untuk membahas penolakan kelompok Kristen di Indonesia Timur terhadap "tujuh kata Piagam Jakarta" itu.

Menghadapi pilihan sulit itu, para tokoh Islam itu setuju untuk mencoret tujuh kata itu sehingga sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dalam persidangan Konstituante (1956-1959), partai-partai Islam  meneruskan perjuangan menjadikan Islam sebagai dasar negara. Dalam pemungutan suara, dasar negara Pancasila meraih suara di atas 56 persen dan dasar negara Islam meraih 43 persen.

Karena Konstituante mengalami jalan buntu, akhirnya Bung Karno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945. Dalam pertimbangan dekrit itu, dinyatakan Piagam Jakarta menjadi bagian tidak terpisahkan dari UUD 1945 dan menjiwainya.

PBNU membentuk tim yang diketuai oleh KH Achmad Siddiq untuk menyusun naskah tentang "Hubungan Islam dengan Pancasila". Pada Desember 1983, naskah tersebut dipaparkan Achmad Siddiq di depan Munas Alim Ulama NU.

Walaupun amat sulit, para ulama NU bisa diyakinkan untuk menerima naskah itu. Pada Muktamar NU 1984, naskah itu ditetapkan sebagai keputusan muktamar.

NU dan partai politik

Pada 1945, NU bergabung dalam Partai Masyumi di mana Hasyim Asy'ari menjadi Ketua Majelis Syuro. Pada tingkat nasional terdapat perbedaan mencolok antara tokoh-tokoh NU dengan tokoh-tokoh Masyumi.

Tokoh-tokoh NU adalah lulusan pesantren dan tokoh-tokoh Masyumi adalah lulusan sekolah Barat dan universitas. Selain itu, juga terdapat perbedaan pemikiran keagamaan. Pada 1952, NU keluar dari Masyumi dan mendirikan Partai NU, yang jadi pemenang ketiga Pemilu 1955.

Dalam Pemilu 1971, Partai NU yang masih berjuang untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara adalah partai yang paling lantang mengkritisi pemerintah. 

Tak heran jika banyak juru kampanye NU diturunkan pihak keamanan dari podium kampanye. Aktivis NU di Departemen Agama diharuskan memilih jadi PNS atau NU. Maka, NU kehilangan banyak tokohnya.

Pada 1973, Partai NU bergabung dengan  partai-partai Islam ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Walau unsur terbesar di dalam PPP, NU kurang berperan akibat intervensi pemerintah.
Pada Muktamar 1984, NU menegaskan Khittah NU 1926 yang antara lain menegaskan NU menjaga jarak yang sama terhadap semua partai Islam. Penegasan itu dimaknai NU keluar dari PPP. Maka, di berbagai daerah tokoh-tokoh NU muncul sebagai aktivisGolkar.
Hanya 14 tahun NU mampu tidak terlibat dalam politik praktis. Pasca Orde Baru, saat pemerintahan BJ Habibie membuka kesempatan mendirikan partai baru untuk bisa ikut dalam Pemilu 1999, lima  tokoh PBNU mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai wadah penyaluran aspirasi politik warga NU.
PKB berhasil mengantarkan Gus Dur menjadi presiden ke-4 RI. NU bergeser dari ranah masyarakat sipil menuju ranah politik.
Kini timbul kesan kuat bahwa NU meninggalkan Khittah NU 1926 dalam masalah politik. PKB yang dimaksudkan sebagai sayap politik NU, kini justru terkesan mengendalikan organisasi NU dan organisasi di bawah NU.
Nuansa paradigma partai politik dan pragmatisme amat terasa di dalam organisasi NU dan sejumlah badan otonom di bawahnya.
Perlu dirawat
Organisasi NU didirikan oleh para ulama yang penuh keikhlasan, jauh dari popularitas. NU pernah diejek sebagai kelompok sarungan, "teklekan", dan dianggap oportunis saat menjadi partai politik, serta ketinggalan zaman.
Kini banyak kiai NU tidak canggung memakai sarung tampil dalam berbagai kesempatan, termasuk di Istana Merdeka, bahkan Presiden hadir dalam pembukaan Muktamar NU dengan memakai sarung.
Bersama Muhammadiyah, NU kini menjadi organisasi dan komunitas yang dianggap sebagai pengawal negara dan penjaga moral bangsa.
Tentu itu harus disyukuri dengan merawatnya sesuai harapan para ulama pendiri NU. Hasyim Asy'ari menyatakan bahwa santri yang baik adalah santri yang ketika pulang ke rumah masing-masing bisa menerapkan apa yang diperolehnya di pesantren.
Berarti para santri harus menunjukkan akhlak dan moralitas ketika tamat dari pesantren dan bergiat sebagai apa pun.
Untuk bisa berperan menjadi penjaga moral bangsa, terlebih dulu moral para petinggi NU harus baik. Petinggi NU harus bisa betul-betul menjadi pemimpin. 
Petinggi NU harus belajar pada pemimpin NU masa lalu, terutama saat NU belum menjadi partai politik, karena NU kini bukan partai politik.
Petinggi NU harus bisa menjadi negarawan bukan politisi. Roh jihad yang amat menipis perlu segera ditumbuhkan kembali. Petinggi NU harus bisa betul-betul memberi manfaat bagi NU, bukan hanya pandai memanfaatkan NU.

Salahuddin Wahid
Pengasuh Pesantren Tebuireng

90 Tahun Jam'iyyah Nahdlatul Ulama

 
SMA Trensains Tebuireng © 2015 - Designed by Templateism.com